Wawancara Eksklusif, Ronaldo :”Saya percaya dengan Zhang.”

Gazzetta dello Sport mewancarai Ronaldo Luiz De Lima dengan membahas beberapa tema terkait dengan Inter :

CEDERA
“Saya merasakan sakit dan ketakutan ketika lutut cedera tersebut datang kepada saya di Stadio Olimpico. Apakah saya akan dapat kembali bermain, dan dalam kondisi apa? Namun, begitu rasa takut itu berlalu, saya menemukan kekuatan batin yang bahkan tidak saya ketahui darimana. Saya adalah pria yang berbeda setelahnya, tetapi dengan cinta yang sama untuk sepakbola. Passion saya terhadap sepakbola adalah dorongan terbaik saya, tenaga medis, fisioterapi dan rekan satu tim.”

SCUDETTO
“Cedera itu adalah takdir saya, tetapi kita harus disalahkan atas apa yang terjadi pada 5 Mei. Ketika takdir berada di tanganmu dan kau membiarkannya terlepas, kau tidak bisa melampiaskannya dengan orang lain. Kami bermain seperti bukan diri kami sendiri dan tidak pernah tahu apa yang terjadi. Itu sebabnya saya menangis.”

“Scudetto itu adalah hal yang paling mungkin saya bisa berikan kepada para penggemar Inter, karena betapa mereka telah mencintai saya. Saya tidak tahu itu akan menjadi pertandingan terakhir saya, saya baru saja memberi tahu Presiden Massimo Moratti bahwa saya tidak memiliki hubungan baik dengan Hector Cuper dan tidak akan pernah bisa. Bahkan tidak ada kompromi yang mungkin bisa menyelesaikannya.”

“Kemudian saya meninggalakan Inter, Pada saat itu, mungkin kami berdua tidak punya pilihan lain.”

SESAL
“Bersama AC Milan mungkin tidak berjalan dengan baik, tetapi Silvio Berlusconi dan yang paling utama Adriano Galliani begitu sangat memperhatikanku. Hubungan dengan mereka adalah kenangan yang masih membuat saya tersenyum hingga hari ini. Rasa hormat tetap saya sematkan kepada mereka.”

“Sebenarnya saya tidak ingin ke AC Milan, pada saat itu, saya benar-benar hanya ingin kembali ke Inter. Saya melakukan segalanya untuk kembali ke Inter. Saya menunggu selama beberapa bulan untuk menunggu jawaban mereka, tapi tak ada panggilan datang. Saya merasa dikhianati oleh Inter, dan memutuskan untuk bergabung dengan AC Milan.”

SCUDETTO
“Saya mempercayai keluarga Zhang dan memiliki mimpi yang sama dengan semua penggemar Inter lainnya. Dengan segala hormat kepada Juventus, yang telah memberi contoh kepada klub di Italia bagaimana menjalankan sebuah klub di era baru, tetapi inilah saatnya kediktatoran mereka di Serie-A berakhir. Sekarang saatnya bagi Inter, saya tidak melihat opsi lain.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here