Setidaknya ada sembilan dari duapuluh klub Seri A yang menginginkan perubahan pada protokol medis yang diminta untuk diterapkan. Klub-klub tersebut adalah Inter, AC Milan, Napoli, Fiorentina, Cagliari, Verona, Atalanta, Sampdoria dan Genoa.

Protes sebagian klub Serie-A terhadap protokol medis yang baru karena salah satu kewajiban tim adalah apabila terdapat kasus salah satu staff atau pemain positif COVID19 selama musim kembali bergulir maka keseluruhan tim akan dikarantina setidaknya selama 15 hari. Hal ini berarti bahwa sebuah tim harus mengakhiri perjalanan mereka di Serie-A apabila salah satu anggota mereka terdapat kasus tersebut.

Berbagai laporan termasuk Sky Sport Italia, La Repubblica dan banyak lagi, semuanya mengklaim bahwa sebagian tim Serie A, Asosiasi Pemain dan Asosiasi Agen memberontak terhadap protokol yang disepakati antara FIGC dan Pemerintah tersebut. Mereka ingin FIGC dan Pemerintah mengikuti protokol medis di Bundesliga, yang hanya akan mengisolasi orang yang positif saja, lalu melakukan tes ke semua anggota lain guna untuk memastikan virus tidak menyebar.

Latihan grup akan dimulai pada hari Senin, yang berarti satu-satunya cara untuk memastikan tidak ada kasus positif adalah dengan mengunci pemain dan staf ke ditempat latihan dengan melakukan ritiro hingga akhir musim. Namun, bagi beberapa klub hal seperti ini tidak mungkin bisa dilakukan, karena mereka tidak memiliki cukup fasilitas menampung semua tim.

Saat berbicara kepada La Repubblica, Direktur Inter Beppe Marotta menyampaikan keluhannya :“Tidak dapat diterapkan dan tidak masuk akal, Saya tidak ingin menimbulkan kontroversi, tetapi dengan aturan yang ada, kami sama sekali tidak dapat mengadakan ritiro. Kami meminta mereka mengubah protokol medis, atau kami tidak punya alternatif lain.”

Kekhawatiran lainnya adalah bahwa Pemerintah memberikan pilihan untuk membatalkan kompetisi atau memindahkan tanggal pertandingan Serie A dari tanggal 13 Juni. FIGC sekarang di bawah tekanan untuk mengubah protokol medis yang telah disepakati beberapa hari yang lalu. Klub medis mengeluh bahwa pihak badan Lega tidak berkonsultasi dengan mereka ketika hendak menandatangani protokol medis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here