Pemerintah dan CTS (komite ilmiah) mengirim kembali protokol medis kepada FIGC, memperingatkan akan ada perubahan sebelum mereka mengizinkan pelatihan tim secara menyeluruh pada hari Senin minggu depan.

Poin yang paling penting adalah bahwa jika ada orang di dalam grup, apakah pemain atau anggota staf, yang dinyatakan positif COVID-19 setelah pelatihan kelompok telah dimulai, maka seluruh regu harus masuk ke karantina 14 hari. Ini tidak seperti apa yang diterapkan Bundesliga atau Liga Premier, yaitu hanya mengisolasi orang yang dites positif.

Dalam sebuah wawancara dengan Radio Kiss Kiss, Wakil Menteri Kesehatan Sandra Zampa mengatakan :“Tanpa ragu, jika ada hasil tes yang menyatakan positif untuk COVID-19 dalam sebuah klub, maka semuanya berhenti. Karantina menjadi prioritas otomatis dan seluruh liga berhenti. Jika Anda tidak berhenti, virus akan menghentikan Anda sebagai gantinya. Sepak bola harus memikirkan orang-orang yang berada didalamnya.”

“Satu-satunya alasan kita melanjutkan Serie-A adalah karena ekonomi. Serie-B diberhentikan? Keputusan ada di tangan Menteri Olahraga Vincenzo Spadafora. Dari apa yang saya tahu, dia telah meminta waktu satu minggu lagi untuk mengevaluasi situasi, tapi tidak hanya untuk Serie B, tetapi juga olahraga lainnya.”

Kompetisi Serie-C kebawah telah dihentikan seutuhnya karena tim-tim kasta bawah di Italia tidak memiliki dana yang cukup untuk mengikuti protokol medis yang diwajibkan negera.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here