single-image

Inter yang tak pernah kehabisan Striker Gacor

Bursa musim panas kali ini sangatlah berbeda dari musim-musim sebelumnya. Bagi kalian yang mengikut Inter sesudah era treble, bursa kali ini bagaikan oase di tengah gurun pasir ataupun nikmatnya gorengan/Es Teh ketika dimakan di buka puasa hari pertama.

Mengapa ?

Pertama dan yang paling utama, kita terlepas dari jeratan settlement agreement lantaran FFP. Masih terngiang hingga sekarang akibat FFP kita terpaksa menjual pemain yang bisa bermain bola macam Kovacic dan mendatangkan pemain yang random yang tidak berguna untuk klub macam….. (isi sendiri ya :D).

Kedua, manajemen memanfaatkan momentum ini untuk membenahi Inter mulai dari sisi organisasi hingga pemain. Kita kedatangan Mafia kelas kakap macam Marotta untuk mendampingi Ausillio untuk urusan transfer pemain.  Selain itu, kita berani untuk memecat Spalletti yang baru memperpanjang kontraknya dan menggantinya dengan pelatih Juara sekelas Conte. Sudah Puas? Belum! Pemain yang dirumorkan dan didatangkan pun pemain mahal dan berkualitas, seperti Sensi, Barella, bahkan Lukaku kita beli hingga pecahkan rekor pembelian termahal Inter. Sampai tulisan ini diterbitkan kita masih dirumorkan pemain kelas atas seperti Alexis Sanchez, Sergej Milinkovic-Savic, Arturo Vidal bahkan Dybala pun tak luput dari rumor. Semua ini akibat keseriusan dari Suning dan Zhang sendiri yang tidak ingin menjalankan klub asal untung namun juga membangun klub bermental Juara.

Yang saya soroti adalah kedatangan Lukaku di Inter. Tidak pernah sejarahnya kita dirumorkan mendatangkan Lukaku di tahun-tahun sebelumnya. Kedatangan Lukaku memang atas permintaan Conte ditambah dengan didepaknya Icardi akibat dramanya yang tak kunjung selesai. Membuat animo fans sangat bergairah menyambut pemain asal Belgia tersebut. Semua akan tertuju pada diri seorang Lukaku ketika dia bermain. Bukan karena dia pemain termahal yang pernah dibeli Inter, bukan juga karena performa turun dia selama di MU sehingga banyak fans yang meragukannya.

Namun karena Lukaku adalah seorang Striker!

Ya, posisi striker di Inter adalah salah satu posisi yang paling disoroti oleh para penggemar tim Biru-Hitam ini. Hal ini dikarenakan sejak era 90an akhir (sesuai penulis menyukai Inter) Inter tak pernah kehilangan sosok pemain buas yang getol mencetak gol. Bahkan nama stadion Giuseppe Maezza pun diambil dari legenda Inter yang berposisi sebagai penyerang. Era 90an akhir kita dipertontonkan penampilan ciamik seperti Ivan Zamorano, Ronaldo (ASLI), dan Roberto Baggio serta pemain kesayangan mantan Presiden Inter, Erick Thohir, yakni Nicola Ventola. Bahkan mereka mampu mempersembahkan gelar piala eropa (UEFA) kala itu. Menginjak Awal 2000an kita kedatangan Christian Vieri yang dingin di kotak penalti, Alvaro Recoba yang memiliki tendangan kaki kidal yang mematikan, dan Hernan Crespo sebagai pemain Argentina yang memiliki bakat alami yang diperlukan sebagai striker. Puncaknya di awal 2000an hingga 2005 kita memiliki deretan penyerang yang sangat mahal (bila dikonversikan dengan harga sekarang) seperti Julio Ricardo Cruz sang eksekutor handal tendangan bebas, Obafemi Martins pemain muda yang memiliki kecepatan maksimal, dan pemain paling disukai penggemar Inter yang memiliki tendangan berkekuatan 99 poin di game konsol seperti WE, yakni The Fallen Emperor “Adriano”. Mereka bukan striker sembarangan, mereka adalah kunci permainan Inter di masa periode tersebut. Banyak gol spektakuler dan penting dicipatakan oleh mereka. Apakah berakhir sampe situ ? Oh tidak! Sejak 2005 hingga era emas treble kita pernah memiliki duo atau trio mematikan. Ingatkah kalian duo Adriano-Zlatan, hingga trio Eto’o-Milito-Pandev belum ditambah pemain primavera sekaliber Mario Balotelli.? Luasnya kota Jakarta pun belum tentu menampung banyaknya striker yang pernah kita miliki.
Era Kegelapan (re:setelah treble) kita masih belum berhenti memproduksi striker yang berkualitas, tengoklah Rodrigo Palacio yang kasusnya mirip seperti Diego Milito ditutup oleh pemain andalan Inter beberapa musim kebelakang, Mauro Icardi. Lihatlah grafik dibawah total selama 20 tahun penyerang Inter telah mencetak lebih dari 1000 gol atau menyumbang lebih dari 60% dari total gol yang dicetak oleh klub selama rentan waktu tersebut. Rataan tiap musim pun para penyerang Inter bisa mencetak kurang lebih 50 gol.

Sumber: Dari Berbagai sumber

Menariknya hampir sebagaian musim kita arungi dengan menggunakan duo striker ataupun trio di depan, namun sejak era kegelapan dan puncaknya di era Roberto Mancini periode kedua (2014) Inter mengubah formasi menjadi Satu Penyerang. Seiring dengan mengandalkan satu penyerang pada periode musim 2012-2018 total golpun cenderung berkurang hingga musim kemarin.

Namun apapun kondisi Inter baik itu sedang diatas maupun dibawah kita tidak pernah sulit mencari sosok yang bisa menjebol gawang lawan. Hal itupun terjadi pada musim panas kali ini, walau Icardi terpinggirkan ataupun nantinya dijual ke klub lain. Antonio Conte akan  menerapkan dua striker atau tiga striker sebagai formasi dasar. Tentu bila melihat grafik historis diatas kita berharap banyak gol dari para penyerang kita dan Harapan sekarang berada di pundak duo Lukaku dan Lautaro. Media memberitakan bahwa Conte terus mengasah duo tersebut bahkan Lautaro merasa ketika bermain bersama Lukaku serasa sudah bermain sejak lama. Komitmen dan tekad Lukaku pun layak diapresiasi. Kemesraan mereka berdua tentunya ditunggu oleh para fans dan juga GOLnya! Dari pemain primavera siap meneruskan jejak Mario Baloteli ataupun Obafemi Martins dan sosok tersebut berada di kaki Sebastiano Esposito. Masih pula ditambah Politano dan Sanchez(bila terwujud).

Jadi tak usah lebay seandainya mereka pada gacor dan banyak mencetak gol karena memang kebiasaan kita tidak pernah berubah dalam hal memproduksi striker liar yang pandai mencetak gol.

So keep calm and enjoy the Show.

-Coretan asal dari Bang Ige-

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

Berita Inter Milan Terlengkap