Giampaolo Pazzini: “Tim terkuat yang pernah saya bela adalah Inter.”

Gazzetta dello Sport mewancarai mantan pemain Inter, AC Milan, Sampdoria dan Hellas Verona setelah memutuskan untuk pensiun. Giampaolo Pazzini berbicara banyak hal tentang pengalaman sepakbolanya:

KARIR
“Saya akan melakukan kursus sebagai direktur olahraga, melewati sertifikasi UEFA Pro sebagai pelatih, dan nantinya saya akan memutuskan mana yang jadi jalan terbaik. Saya pensiun karena itu penting bagi saya. Tubuh saya telah berubah, semua orang diusia saya merasakan hal yang sama, kecuali Ibra. Karir saya? Gila, tentu saja. Saya bermain dengan banyak para pemain juara, di klub-klub top, Liga Champions, Piala Dunia, saya mencetak 115 gol di A. Bagi saya, setiap gol saya nikmati seperti anak kecil.”

TERKUAT
“Inter adalah tim terkuat yang pernah saya bela. Rekan-rekan disana adalah mesin yang menakutkan. Teman terkuat? Luca Toni adalah seorang rekan, teman dan mentor. Musuh terkuat? Materazzi. Ketika Anda mendengarnya datang, itu menakutkan.”

PELATIH
“Saya tidak pernah mengkritik pilihan teknis, tetapi caranya memilih kerap saya komentari. Stramaccioni, misalnya, mengatakan kepada saya “Milito berada pada level di depan saya, Anda bisa bermain nanti”. Scudetto? Di atas kertas saya melihat tim yang menjadi favorit Juventus dan Inter. Milan kemungkinan akan berada diluar itu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here