MILAN, ITALY - JULY 07: Head coach FC Internazionale Antonio Conte (L) and FC Internazionale Sport CEO Giuseppe Marotta pose for a photo before a press conference on July 7, 2019 in Milan, Italy. (Photo by Claudio Villa - Inter/Inter via Getty Images)

Konfrensi pers resmi Conte dan Marotta telah dilaksanakan. Pembukaan diawali oleh Antonio Conte yang mengungkapkan jika dirinya sangat mudah memilih Inter sebagai tujuan berikutnya. Berikut hasil konfrensi pers Conte dan Marotta di Inter TV.

CONTE

Sangat mudah untuk memilih Inter karena kami memiliki visi dan misi yang sama. Penting bagi saya untuk mengetahui keinginan dari tim yang menginginkan saya. Saya memulai pembicaraan dengan Marotta terlebih dahulu, lalu presiden klub. Dengan keinginan dan ambisi yang sama untuk menang, perlu adanya pengorbanan dan ini akan sangat melelahkan. Kemudian, saya menemukan ambisi itu (juara) dalam diri saya sendiri. Kehadiran Marotta adalah nilai tambah. Kita saling mengenal dengan baik, kita sama-sama tahu kekuatan dan kelemahan yang kita miliki. Dia mendorong saya untuk menerima tawaran Inter. Pemilik yang memiliki ambisi besar, menjadi salah satu hal paling penting di dunia dan bagi saya ini hal mudah untuk menerima tawaran”.

Begitu banyak ambisi dan keinginan untuk menang di Inter

Saya adalah orang yang tidak menetapkan batasan (waktu) dan saya tidak ingin menetapkan hal tersebut kepada orang lain. Artinya saya tidak ada yang merasa melakukan pekerjaan ini secara terpaksa dan memaksa mereka pergi dan membuat alibi. Selain itu Juventus dan Napoli telah menunjukan kerja keras dan kesungguhan untuk bersaing di level tertinggi (Liga & UCL). Kami tahu kami harus bekerja lebih baik lagi untuk mengisi kekurangan dari tim ini musim lalu. Tetapi sebelum semuanya berjalan, kita harus memulainya dengan ambisi dan memberikan yang terbaik dari diri kita sendiri, memberikan segalanya tanpa harus membandingkan dengan yang lain. Maka disitulah kita akan melihat segala sesuatunya (hasil) terjadi”.

Adakah cara untuk memenangkan segalanya?

Saya seorang pemain top? (tertawa). Saya harus berterimakasih kepada direktur. Inter memiliki titik awal yang baik. Dimana semuanya sangat mungkin membangun sesuatu yang penting tanpa harus memikirkan yang lain. Tentunya, saya harus memberikan kontribusi yang besar. Karena saya selalu melakukan pekerjaan dengan melihat kejadian sebelumnya dan dari pengalaman yang saya dapatkan. Saya harus membalas kepercayaan mereka yang telah memilih saya dan itu termasuk para penggemar.

Saya siap bertanggung jawab atas pekerjaan terhadap pekerjaan ini. Ini bukan saatnya bagi kita untuk melakukan obrolan yang tak jelas. Kita harus terus bekerja dan bekerja. Moto kami yakni ‘Menurunkan kepala dan terus mengayuh’. Kita harus merasa lapar dan fokus terhadap apa yang ingin dicapai. Salah satunya yakni memberikan stabilitas. Jika kita menginginkan musim depan sebagai protagonis. Kita harus memiliki karakteristik seperti yang sudah saya sampaikan. Rasa lapar serta adanya keinginan besar dan bekerja keras dengan melakukan pengorbanan yang besar, setidaknya setiap minggu saat ada pertandingan, seragam para pemain terlihat berkeringat”.

– Begitu banyak emosi yang terjadi terhadap perjalanan karirmu.

Ini petulangan yang indah, saya bersemangat. Saya melanjutkan karir kepelatihan setelah setahun tidak berkecimpung di dunia sepakbola dan kini berada di klub baru dan fasilitas baru. Klub ini penting dan anda bisa melihat dan memahaminya dari sejarah dan trofi yang dimenangkan Inter. Dan tugas saya harus bekerja ekstra untuk bisa membawa kejayaan masa lalu”.

– Bersaing dengan Napoli dan Juventus untuk peringkat pertama bukan hal yang mustahil

Saya memiliki pandangan jika kita memiliki 1% untuk bisa menang, itu berarti peluang untuk menerima kekalahan 99%. Tapi saya sangat suka untuk mengerjakan 1% tersebut. Hari ini saya mengulangi apa yang pernah saya kerjakan. Saya tidak pernah berpikir jika diri saya dianggap sebagai orang jenius. Fakta bahwa saya telah membawa dua klub berbeda menjadi juara itu adalah hal yang berbeda. Selain itu, ada Napoli yang bertahun-tahun telah membuktikan diri menjadi sebuah tim. Kita harus berhati-hati dalam membangun sesuatu dan berusaha untuk tidak membuang-buang waktu yang ada.

Saya selalu mengatakan kepada siapapun, jika kita bekerja tidak menunggu kesempatan datang (juara) melainkan memanfaatkan waktu untuk mendapatkan kesempatan. Jangan lupa bahwa Inter musim depan akan lolos ke Liga Champion, ini menjadi yang kedua secara berturut-turut Inter lolos Liga Champion. Kita harus bekerja lebih baik lagi daripada tim yang lain jika ingin memenangkan sesuatu. Jarak atau gap itu ada, tetapi hal tersebut jangan dijadikan sebuah alasan. 

Di masa lalu sesuai dengan pengalaman yang saya alami, kami memulai segalanya dengan buruk dan menempati urutan 7 di posisi klasemen, lalu kemudian kami fokus dan memenangkan liga. Di Chelsea saya tiba saat berada di posisi 10 dan musim berikutnya, kami memenangkan liga. Saya pikir kuncinya adalah fokus dan bekerja keras. Tidak ada yang mustahil, tetapi kita juga harus realistis dan tahu mana yang mungkin terjadi dan tidak mungkin terjadi. Pekerjaan saya ini memerlukan penilaian dari berbagai sudut pandang, maka dari itu saya dapat meyakinkan para penggemar bahwa kami akan memberikan segalanya untuk meraih sesuatu yang penting disini!”.

– Kesamaan antara musim perdana di Juventus dan Chelsea

Tidak tepat bagi saya untuk membuat perbandingan,karena mereka berada di situasi yang berbeda. Mulai besok kami akan mulai bekerja, penting bagi saya untuk memiliki komunikasi setiap harinya kepada para pemain. Dengan cara ini, saya bisa merasakan dan memberikan pesan emosional secara pribadi kepada para pemain. Kami mulai dari hal paling mudah dan mengevaluasi hasil atau posisi klasemen akhir musim lalu. Dan kita tahu semua seharusnya tahu, kita harus bekerja dari hal paling mudah dan membereskan masalah yang ada. Ini jalan yang harus di tempuh”.

– Liga Champion

Kami harus melakukan yang terbaik di setiap kompetisi yang ada. Kompetisi Copa Italia, Liga Champion, mari kita mulai dengan keyakinan yang sama bahwa ‘tidak ada yang mustahil’. Kita tahu bahwa akan ada kesulitan besar siap menanti tetapi kita harus bekerja keras untuk melakukan sesuatu yang luar biasa”.

– Kontrak hingga 2022

Tujuannya sama antara saya dan pemilik klub yakni membangun sesuatu yang penting untuk meletakkan pondasi dan kembali kompetitif seperti Inter di kejayaan masa lalu. Inilah tujuannya, saya dan klub, para manajer juga para pemain harus memiliki tujuan yang sama dan mau bekerja keras. Pada akhirnya kita akan meninggalkan warisan penting bagi mereka yang akan datang ke Inter”.

– Belajar taktis di Coverciano

Sebenarnya ada 2 pelajaran penting bagi para jurnalis di Coverciano. Ketika saya menyadari bahwa ada seseorang melewatiku, saya akan memutuskan untuk berhenti dan tersenyum kepada mereka. Saya pikir mereka (jurnalis) sama sekali berbeda saat memberitakan tim nasional dan klub. Saat berada di tim nasional, anda merasa memiliki waktu yang tersedia seakan tak ada dan keinginan untuk melibatkan seluruh penggemar untuk coba memahami (memberitakan) keinginan tim dan apa yang ingin kami lakukan pun sama sekali tidak. Saya terkejut sekaligus beruntung untuk melakukan perbincangan terhadap salah satu media. Kalian semua tahu jika didalam dapur seorang koki tak mungkin memberitahukan resepnya (saat masih menukangi Italia). Namun, di Inter semuanya akan berbeda dan dihadapkan dengan situasi berbeda pula. Mari kita bicara tentang klub bukan tim nasional”.

– Tantangan menghadapi Juventus

Sambutan seperti apa yang saya harapkan?. Ini akan menjadi pertandingan penting. Sangat penting karena kami akan menantang pemegang gelar juara selama 8 tahun. Dua pertandingan penting menghadapi mereka, namun itu bukan segalanya. Ada 36 pertandingan penting lainnya. Jika anda ingin menjadi seorang pemenang, anda tidak bisa fokus terhadap satu atau dua pertandingan. Bagi saya, akan sangat emosional memasuki stadion Allianz. Semua orang tahu tentang saya, anda tahu masa lalu saya dan karena itu pasti akan ada sedikit ‘kebahgiaan’ hingga peluit kick off dibunyikan. Saya sadar jika Juventus akan menjadi lawan berat bagi kami. Kita harus siap untuk berjuang dan menang atas mereka!”.

Peran Perisic Seperti Eto’o

Eto’o adalah seorang striker, saya kira perbandingannya tidak tepat. Namun, Eto’o berani mengorbankan dirinya untuk tim. Inilah yang pemain hebat lakukan. Saya mencari pemain yang tidak memikirkan dirinya sendiri dan bersedia melakukan tugas apapun itu untuk tim. Kami akan punya waktu untuk saling mengenal dan melakukan perbincangan di sepanjang perjalanan”.

Terimakasih kepada Spalletti

Semuanya saat ini berkat kerja keras Spaletti selama dua tahun ini. Luciano tiba di Inter setelah bertahun-tahun Inter tak pernah masuk Liga Champion, lalu kemudian diberikan tugas berat oleh klub. Dia meninggalkan pondasi tim yang baik, saya berterimakasih padanya untuk pekerjaan yang telah dia lakukan selama ini. 

Berkat dirinya, kini para pemain berkesempatan bermain di Liga Champion. Tujuannya sekarang adalah menstabilkan tim agar lebih teratur. Dalam dua tahun terakhir Inter selalu mengalami kegagalan dalam berkompetisi. Kita harus berusaha meningkatkan standar dan mencapai level berikutnya. Kita harus lebih dekat dengan mereka yang ada disamping kita, kita tidak boleh selalu melihat ke belakang”.

– Gagasan permainan

Permainan yang ingin kami lakukan adalah mencoba membuat para penggemar kami terhibur dan mencoba melibatkan mereka dengan berbagai cara seperti semangat para pemain dan hasil kerja keras melalui permainan yang apik nantinya. Kami akan banyak bekerja keras dari berbagai aspek seperti taktik dan memastikan kepada seluruh penggemar jika Inter memiliki identitas sebagai sebuah tim dan brand besar. Kami akan mengerjakan semuanya untuk membuat para penggemar kami bangga. Kami akan bekerja keras untuk memberikan kesan yang baik bagi para penggemar yang datang ke stadion”.

Menggunakan 3 pemain bertahan 

Beberapa kali saya bekerja selalu melalui sebuah ide dan kemudian berubah saat sedang mengarungi kompetisi. Tentunya melihat skuad Inter, jelas jika pos pertahanan sangat kuat. Saya tidak melihat itu hanya pada Godin, Skriniar, De Vrij tetapi juga untuk Ambrosio, Bastoni dan Ranocchia. Pemain yang akan bermain dan siap ditempatkan dimana saja. Kami akan melihat situasi apa yang akan kami hadapi, saya tidak memiliki ideogi tertentu atau tetap. Saya pergi ke tempat yang baru, namun itu tak mengubah prinsip yang saya pegang. Kami ingin menampilkan sepakbola yang membuat para penggemar bergairah”.

Lautaro menjadi pusat proyel

Dia adalah pemain yang kuat, tahun lalu dirinya hanya beradaptasi dan itu penting. Kemudian, dia menampilkan sesuatu yang sangat baik di Copa America. Saya tidak sabar untuk melihat kemampuannya. Saya bisa diajak berbicara dengan siapapun atau tentang apapun. Kepuasan bagi saya yakni bisa merasakan sisi emosional para pemain dan meningkatkan kemampuan para pemain. Pelatih yang baik adalah pelatih yang mampu meningkatkan kemampuan terbaik pemainnya”.

Adakah kesulitan dalam membuat pilihan untuk melath

Ini adalah petualangan yang hebat sekaligus sulit. Namun, disaatyang bersamaan ini benar-benar menarik bagi saya. Kita dalam hidup harus memiliki semacam nyali untuk berani menaklukan tantangan. Saya hidup untuk itu, saya ingin melahap semua tantangan yang ada. Ini adalah tantangan yang sulit tapi menarik. Ada kemungkinan akan ada perbicangan lebih lanjut bersama manajer dan presiden. Ini adalah sesuatu yang ingin saya lakukam. jadi saya tidak menganggapnya sebagai tantangan yang paling sulit”.

Nainggolan dan Icardi

Sejauh ini, saya pikir klub memiliki waktu untuk mengevaluasi situasi dengan baik dan memberikan keputusan yang tepat. Karena apa yang saya lakukan sudah selaras dengan pihak klub. Saya dan klub harus menjadi satu kesatuan dan sepenuhnya harus selaras dengan klub”.

Kekuatan Liga Premier

“Saya pikir liga Italia terus bergerak ke arah yang benar setelah sempat mengalami kebuntuan. Salah satunya yakni memodernisasi struktur, memiliki stadion pribadi kemudian soal pemasaran, sesuatu yang hampir mirip di Inggris. Mereka (media) pandai membawa Liga Inggris dalam mempromosikan sesuatu ke TV. Tim-tim EPL mulai menggabungkan kekuatan ekonomi dengan hal teknis lainnya.

Hari ini liga Inggris masih menjadi yang terbaik secara ekonomi dan teknis. Tetapi sekali lagi, liga Italia bergerak ke arah yang benar. Intensitas permainan?. Inggris bukan lagi soal intensitas permainan. Munculnya pelatih asing membuat Inggris bermain dengan ritmenya sendiri, namun tetap intens”.

 Kepala, hati dan kaki

Kita harus membangkitkan gairah di sepakbola. Karena saya pikir kita telah kehilangan hal itu. Kami melihat liga lain, tetapi saya selalu berpikir. Kami harus memiliki lebih banyak gairah untuk olahraga ini. Oleh karena itu, kami ingin menunjukan semangat ini setiap hari”.

Source/Sumber : PassioneInter via Inter TV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here